Langsung ke konten utama

Postingan

Memelihara Diri dari Sifat Kibir

             Kibir ialah memandang dirinya lebih mulia, dan memandang orang lain lebih hina dari padanya. Sifat ini merupakan sifat hati yang paling keji.              Di dalam Al-Quran, Peristiwa kibir ini telah Allah ceritakan yang artinya “Dan (ingatlah) ketika kami memerintah kepada malaikatat: Sujudlah kepada Adam, dia (iblis) enggan dan membesarkan diri. Maka sesungguhnya dia (iblis) dari golongan musyrik” (QS. Al-Baqoroh: 34). Disinilah Allah menceritakan bagaimana keengganan iblis untuk tunduk dan taat pada perintah Allah. Maka, Allah pun mengutuk dan mengeluarkannya dari surga-Nya Allah. Disinilah bermulanya iblis dendam dengan Nabi Adam a.s. beserta anak, cucu, maupun cicit Nabi Adam a.s. yang tidak pernah padam.             Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman yang artinya “Allah tidak menyukai...

Memelihara Diri dari Ujub

Ujub ialah sesuatu perbuatan yang membanggakan diri. Maka daripada itu, apabila manusia sudah bangga akan dirinya, maka akan mencelakakan diri sendiri. Selain itu, apabila seorang manusia telah bangga dalam beribadah, maka ibadahnya pun tidak akan pernah diterima oleh Allah SWT. Kesombongan terbagi menjadi 2, yaitu bathin dan zhohir. Kesombongan bathin ialah menganggap diri lebih hebat dari orang lain. Sedangkan kesombongan zhohir ialah sombong yang telah nampak pada batang tubuhnya. Apabila telah nampak maka itu disebut sebagai takabbur, dan apabila tidak nampak maka itu disebut sebagai kibir. Oleh karena itu, agar kita terhindar dari sifat ujub , maka ingatlah selalu bahwa diri kita ini berasal dari setetas air yang hina seseuai dengan ayat Al-Quran Surah Al-Mursalat ayat 20-23 yang berbunyi: أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (20) فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (21) إِلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ (22) (23). فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ Bukankah Kami menciptakan kam...

Pesan Rasululloh Di Sepanjang Bulan Puasa

Galeri Al-ustadz Ilham Humaidi

Sejarah Berdirinya Majls Ta'lim Dan Dzikir As-shofa Banjarmasin

Pada awalnya majelis ini hanya diikuti sekitar 40 orang, Mayoritas yang hadir pada saat itu hanya kalangan terdekat dari pengasuh majelis tersebut yaitu ustadz H. Ilham Humaidi. Adapun yang melatarbelakangi beliau mendirikan majelis tersebut adalah permintaan dari masyarakat sekitar yang menginginkan beliau untuk mendirikan majelis yang sifatnya menetap pada suatu tempat saja, karena saat itu beliau masih mengsisi ceramah disekitaran kampung dari suatu rumah ke rumah yang lain. Karena adanya permintaan yang cukup banyak dari warga sekitar maka beliau bermusyawarah dengan orang tua beliau dan keluarga beliau mengenai permintaan warga tersebut, dari orang tua dan keluarga beliau mendapatkan lampu hijau untuk membuka majelis yang sifatnya menetap. Langkah selanjutnya beliau mendatangi ketua RT dan tokoh masyarakat sekitar untuk memberi tahu sekaligus meminta izin membuka majelis yang sifatnya menetap dan diadakan rutin satu minggu sekali yang bertempat di rumah beliau sendiri. ...

Mengenal Lebih Dalam Al-Ustadz Ilham Humaidi

Nama beliau adalah ustadz H. Ilham Humaidi. Beliau dilahirkan di kota Banjarmasin pada hari Jum’at 16 Sya’ban 1409 bertepatan pada tanggal 24 Maret 1989 dari pasangan H. Suriansyah dan Hj. Wardiah. Beliau adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara kakak beliau bernama Normala Hayati serta adik beliau bernama nor laily safitri dan M. khairil Wafa. Adapun pendidikan pertama dimulai saat beliau berusia 3 tahun di TK Ranu Pemurus Dalam. Kemudian dilanjutkan di MIN Pemurus Dalam sambil bersekolah di Pesantren Babussalam di siang hari seusai beliau pulang dari bersekolah di MIN Pemurus Dalam. Pada tahun 2000 beliau menjadi santri di pondok pesantren Al Falah Putra Landasan Ulin Banjarbaru, beliau dapat menyelasaikan pendidikan wustho dan ulya dalam waktu 6 tahun yang normalnya harus ditempuh dalam waktu 7 tahun. Setelah lulus dari pondok pesantren Al Falah beliau kembali melanjutkan pendidikan agama di negeri seribu wali pada tahun 2006. Pada awal-awal beliau disana beliau bersekolah di cab...